BACAAN QURAN

Listen to Quran

Friday, 4 March 2016

Wanita dalam Al-Qur’an

Wanita dalam Al-Qur’an

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

KEDUDUKAN WANITA DALAM AL-QUR’AN

.
SUBHANALLAH ….. Sungguh kagum dan terpesona dengan Fenomena ini. Al-Qur’an untuk Seorang Wanita. Sesungguhnya wanita sangat dimuliakan dalam Islam.
Dalam Al-Qur’an saja dapat kita lihat betapa banyak hukum yang dikhususkan untuk wanita, hal ini bukan dikarenakan kaum wanita itu lemah dan banyak kekurangan. tetapi karena Allah sangat peduli dan sayang terhadap wanita.
Berbagai pertanyaan yang seringkali muncul seperti,
Apakah ibadah wanita bernilai setara dengan ibadah kaum laki-laki ?
Apakah kaum hawa dapat memperoleh kemuliaan setara dengan kaum adam ?
|
Padahal ada beberapa hal yang menghalangi kaum wanita untuk beribadah (sholat, puasa, dll). pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kemudian membawa kepada keraguan dalam beribadah.
Dan Allah telah telah menjawab pertanyaan itu dalam Al-Qur’an, begitupun Allah juga telah menunjukkan kecintaannya pada wanita dan selalu mengutamakan wanita.
|

Mengapa wanita begitu istimewa ?

.: QS.  Al-A’raaf :26

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.
Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

.: QS.  An-Nuur :31

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.
Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

.: QS. An-Nuur :60

Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

.: QS. Al-Ahzab :53

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan.
Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar.
Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir.
Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.
Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat.
Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.

.: QS. Al-Ahzab :55

Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan, perempuan-perempuan yang beriman dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai istri-istri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

.: QS.  Al-Ahzab :59

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan mu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulur kan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.
Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang…. Maha benar ALLAH dengan segala firman-NYA.
|

Rasulullah SAW sangat memuliakan Wanita

Adapun Rasulullah SAW, manusia termulia dan terbaik sepanjang masa pun mengakui dan sangat memuliakan wanita. ini buktinya :
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda:
Dunia ini adalah perhiasan/kesenangan dan sebaik-baik perhiasan/kesenangan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim,Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)
Dalam lafazh lain:
Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan dan tidak ada di antara perhiasan dunia yang lebih baik daripada wanita yang sholihah.” (HR. Ibnu Majah)
Dalam lafazh lain:
Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.” (HR. Ahmad)
|

Wanita dan Keindahan

Sudah menjadi sunnatullah bagi anak Adam diberikan kepada mereka berbagai kenikmatan yang mereka cintai dan dijadikan indah pandangan mereka dengannya di dunia ini sebagaimana dalam firman Alloh:
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran:14)
Ketika menyebutkan berbagai hal yang menjadikan kecintaan manusia dalam ayat ini Allah mendahulukan wanita sebelum yang lain, hal ini memberikan isyarat bahwa wanita menjadi sumber terbesar kenikmatan, kesenangan dan perhiasan hidup di dunia ini.
Tidak terkecuali bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam sebagai sosok manusia terbaik dan termulia, wanita adalah sesuatu yang paling beliau cintai di antara kenikmatan dunia yang lain, dan ini merupakan fitroh beliau sebagai manusia biasa.
Dari Anas radhiallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda: ‘Aku diberikan rasa cinta dari dunia terhadap para wanita dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku ada di dalam shalat.” (HR. Ahmad, dan Nasa’i. Di shohih kan oleh Syaikh Al Albani)
Walhasil, Allah telah menciptakan wanita sebagai perhiasan dan bahkan perhiasan terbesar dunia ini namun sekaligus ia juga merupakan fitnah terbesar di dunia ini yang pernah diciptakan Alloh bagi kaum laki-laki.
|

Wanita Sholihah

Allah telah memberikan sebuah definisi wanita sholihah yang menjadi perhiasan dan kesenangan terbaik di dunia, sebagaimana dalam firman-Nya:
… Maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka) …” (QS. an-Nisa’:34)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam juga memberikan gambaran wanita sholihah terbaik sebagaimana dalam hadits:
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: “Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam ditanya:’Siapakah wanita yang paling baik?’ Beliau menjawab:
(Sebaik-baik wanita) adalah yang menyenangkan (suami)-nya jika ia melihatnya, mentaati (suami)-nya jika ia memerintahnya dan ia tidak menyelisihi (suami)-nya dalam hal yang dibenci suami pada dirinya dan harta suaminya.’ (HR. Ahmad, al Hakim, an Nasa’i dan ath Thobrani dan di Shohihkan oleh al Albani).
Beliau Shalallahu ‘alaihiwassalam juga berwasiat untuk memilih wanita yang memiliki dien (agama) yang baik sebagai ukuran keshohihan seorang wanita, bukan kecantikan, kedudukan atau hartanya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam beliau bersabda:
Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, kecantikannya dan karena dien (agama)-nya; maka pilihlah yang memiliki dien maka engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 |

Khotimah

Bagi laki-laki, hal ini merupakan wasiat agar mereka memilih wanita bukan sekedar karena :
  • Kecantikan,
  • Kedudukan atau
  • Harta wanita semata.
Karena hal itu bukanlah ukuran kebahagiaan yang hakiki di dunia ini.
Namun hendaknya ia lebih mengutamakan sisi dien (Agama) karena hal itulah yang akan memberikan hakikat kebahagiaan hidupnya di dunia ini dan di akhirat.
Adapun bagi para wanita, ini merupakan dorongan untuk menjadi perhiasan terbaik di dunia ini, wanita yang sholihah, wanita yang mendorong suami dan keluarganya untuk semakin beriman dan bertaqwa kepada Allah, bukan wanita yang menjadi fitnah terbesar bagi kaum laki-laki yang menjadikan mereka semakin menjauh dari Allah dan menyeret mereka ke jurang nereka Jahanam.
Sedangkan bagi para orang tua, ini tentunya sebuah pengingat bahwa ada amanah menunaikan kewajiban mendidik anak-anak mereka untuk menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah guna menggapai kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.
 Sumber :   Majalah Al Mawaddah Edisi 1 Tahun ke-1 (1428H/2007M)
|

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
SEMOGA BERMANFA’AT – ALHAMDULILLAH
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Dosa Suami yang meresahkan

Dosa Suami yang meresahkan

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

DOSA SUAMI YANG MERESAHKAN HATI ISTRI

.
Segala puji hanya lah milik Allah Swt Robb semesta alam.
Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw juga kepada segenap keluarga dan para sahabat Beliau serta orang2 yg selalu berittiba’ kepada sunnah2 Beliau..
Salah satu sikap positif yang harus di kembangkan dalam kehidupan rumah tangga adalah kesedia’an untuk selalu mengintrospeksi diri dan meminta ma’af bila dirinya melakukan kesalahan.
Sehingga antara suami dan istri tidak terjadi ganjalan perasa’an dan ketidak puasan yang terpendam yang bisa mengganggu kemesra’an dan keindahan hidup berumah tangga.
Catatan berikut membeberkan beberapa kesalahan dan dosa yang biasa di lakukan oleh para suami. catatan ini bukan untuk tendesi menyudutkan dan menghakimi suami.
Namun lebih pada upaya menyadarkan para suami terhadap kekeliruan sikap yang mungkin ia lakukan dalam kehidupan keluarga.
Ketika penyadaran ini telah berhasil di lakukan,,semoga catatan ini selanjut nya bisa menjadi teman “Muhasabah” yang paling indah untuk melakukan perbaikan diri dan keluarga,,,
Sekali lagi, kesedia’an suami untuk meminta ma’af dan kelapangan istri untuk memberi ma’af merupakan salah satu kunci langgengnya keharmonisan rumah tangga.
Semoga catatan berikut bisa menjadi sedikit bimbingan untuk kita semua …………….
|
KUTIPAN KARYA DARI MUHAMMAD BIN IBRAHIM AL-HAMD.
MENEROPONG 32 DOSA -DOSA SUAMI
|
  • 1. Lalai Berbakti kepada orang tua setelah menikah
  • 2. Kurang serius dalam mengharmonisasikan antara istri dan org tua
  • 3. Ragu dan buruk sangka kepada istri
  • 4. Kurang memiliki sikap cemburu terhadap istri
  • 5. Meremehkan kedudukan istri
  • 6. Melepaskan kendali kepemimpinan & menyerahkannya kepada istri
  • 7. Memakan Harta istri secara batil
  • 8. Kurang semangat dalam mengajari istri ajaran-ajaran agamanya
  • 9. Bersikap pelit terhadap istri
  • 10. Datang secara tiba-tiba setelah lama pergi
  • 11. Banyak mencela dan mengkritik istri
  • 12. Kurang berterima kasih dan memotivasi istri
  • 13. Banyak bersengketa dengan istri
  • 14. Lama memutus hubungan & meninggalkan istri tanpa sebab yg jelas
  • 15. Sering berada di luar rumah & jarang bercengkrama dgn keluarga
  • 16. Interaksi yg buruk dengan istri
  • 17. Tidak menganggap penting berdandan untuk istri
  • 18. Kurang perhatian terhadap Doa yang dituntun ketika menggauli istri
  • 19. Kurang memperhatikan Etika, Hikmah dan Hukum hubungan badan
  • 20. Menyebarkan rahasia ranjang
  • 21. Tidak mengetahui kondisi biologis perempuan
  • 22. Menggauli istri ketika haid
  • 23. Menggauli istri pada duburnya
  • 24. Memukul istri tanpa alasan
  • 25, Kesalahan tujuan poligami
  • 26. Tidak bersikap Adil antara beberapa istri
  • 27. Terburu-buru dalam urusan Talak
  • 28. Tidak mau mentalak, padahal sudah tdk mungkin ada perbaikan & kecocokan
  • 29. Mencela istri setelah berpisah dengannya
  • 30. Menelantarkan anak-anak setelah mentalak istri
  • 31. Kurang setia terhadap istri
  • 32. Kurang puas dan selalu melirik perempuan lain
|
Inilah 32 dosa suami yang sering terjadi di masyarakat kita. 
Semoga bisa menjadi “MUHASABAH” untuk kita semua agar kita bisa mencapai keluarga yang

SAKINAH .. MAWADAH .. DAN  WAROHMAH

|

Begitu banyak salah yang tak kukira……

Istriku…Ma’afkan Suamimu
|

Beberapa kesalahan suami dan istri di dalam keluarga

A. SUAMI :
1. Suami tidak berfungsi menjadi pemimpin & pengayom dengan baik akibatnya saling melukai.
2. Suami gagal menjadikan istri nomor 1 dalam hidupnya.
3. Suami membandingkan istri dengan wanita lain.
4. Suami kurang disiplin mengontrol emosi & kebiasaan buruk.
5. Suami gagal memuji hal-hal kecil dari istri.
6. Suami menolak pendapat Istri.
7. Suami tidak pernah dengan tulus meminta maaf kpd istri
B. ISTRI :
1. Istri tidak menghargai Suami sebagai otoritas.
2. Istri gagal menundukan diri kepada Suami.
3. Istri gagal menampilkan kecakapan manusia batiniah.
4. Istri gagal menunjukan rasa syukur kepada Suami.
Kebutuhan seorang SUAMI:
1. Sex.
2. Istri sebagai sahabat.
3. Rumah yang rapi.
4. Istri yang menarik
5. Saling menghargai.
Kebutuhan seorang ISTRI:
1. Kasih & Penghargaan/Pujian
2. Diajak bicara.
3. Jujur & Terbuka.
4. Keuangan yg cukup.
5. Komitmen kpd keluarga.
|

INGAT…!!

Kepala keluarga yang berhasil dalam keluarga maka
keberhasilan yang lain akan mengikuti,

Kepala keluarga yang gagal dalam keluarga maka 
kegagalan lain akan mengikuti.

|

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
SEMOGA BERMANFA’AT – ALHAMDULILLAH
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Sifat Calon/Suami yang Soleh

Sifat Calon/Suami yang Soleh

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

SIFAT LELAKI / CALON / SUAMI YANG SOLEH

.
Kadang kala kita salah dalam menilai seorang lelaki yang baik berdasarkan kerja nya. Pada dasarnya lelaki yang baik itu sebenarnya terletak pada agamanya. Banyak yang beranggapan lelaki beragama itu mestilah seorang ustaz, imam masjid, pelajar agama dan seumpamanya.
Sebenarnya perkara ini juga tidak benar.  Ramai dikalangan ahli agama yang sering memukul isteri, bersifat kasar, tidak pandai melayani isteri dan sebagainya.  Jadi ini juga bukanlah ciri-ciri seorang lelaki yang baik sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah. Lelaki yang baik dan beragama itu mempunyai sifatnya yang tersendiri.
|
SOLEH dapat di definisikan sebagai seorang lelaki muslim yang beriman (mukmin), bersih dari segi zahir dan batinnya, mengambil makanan yang bersih dan halal (bukan dari sumber yang haram).
Sentiasa berusaha menjauhkan dirinya dari perkara yang akan mendorong kearah maksiat dan menariknya ke jurang NERAKA yang amat dalam. Ialah seorang lelaki yang sentiasa taat kepada Allah swt. dan Rasul nya walau dimana saja mereka berada.
Kita sendiri (Wanita/Laki-laki) harus menyadari bahwa bukanlah manusia sempurna, ada kesalahan yang dilakukan sengaja atau tidak akan tetapi kembalilah dan mohon ampun kepada Allah swt,
|
Jika anda seorang wanita, carilah lelaki yang mempunyai sifat-sifat ini  —  Jika anda seorang lelaki, jadilah seorang lelaki yang mempunyai sifat-sifat ini.
  • Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjemaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga sentiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan. Sifat ini boleh dilihat terutama sewaktu bertemu
  • Akhlaknya baik, Yaitu seorang yang tampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut. Pertuturannya juga mesti sopan, melambangkan peribadi dan hatinya yang mulia.
  • Tegas mempertahankan Jati-diri nya, Tidak berkunjung ke tempat-tempat yang dapat menjatuhkan nama-baiknya.
  • Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kuasa dan kedudukan.
  • Tidak boros, tetapi tidak pelit. Mengerti menggunakan uang untuk keperluan yang bermanfa’at dengan bijaksana.
  • Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap.
  • Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.
  • Mempunyai kawan pergaulan yang baik, Kawan pergaulan seseorang itu biasanya sama.
  • Bertanggung-jawab, Lihatlah dia dengan keluarga dan Ayah Ibu nya.
  • Wajah yang tenang, Terlihat dari cara berbicara, Bekerja dan saat dalam suasana Cemas.
  • Jika berhadapan dengan masalah, Tidak mudah mengumpat dan cepat marah karena syaitan tidak suka manusia dengan kesabarannya. Maka cobalah untuk bersabar dan terus bersabar, INSYA ALLAH akan memberi ketenangan.
  • Dapat mendengarkan alasan dan teguran, mana tahu di sebaliknya itu terdapat kebenaran dan sebagai panduan diri untuk membaiki diri menjadi lebih baik…
|
Semoga Sifat-sifat ini dapat diamalkan oleh kita semua kaum lelaki yang mencari ridha Allah.
Buat wanita solehah yang mencari pasangan yang soleh, cobalah anda perhatikan Sifat-sifat yang terangkum  di atas pada setiap lelaki yang anda kenal. Jika Sifat-sifat ini ada pada mereka. Walau bagaimanapun juga, tidak semestinya semua sifat di atas terpenuhi, jika hanya terdapat 5-6 sifat itu sudah memadai. Manusia dapat berubah suatu saat nanti.
Insya Allah sifat-sifat baik yang lain akan menyusul dengan usaha dan kesabaran untuk mencapainya.
Rasulullah bersabda :
  • Nikahilah seseorang disebabkan keturunan, wajah, harta dan agamanya, yang paling baik ialah AGAMAnya.
|

KRITERIA-KRITERIA LELAKI SOLEH

YANG DIMAKSUDKAN OLEH AL QURAN DAN AL HADIST

1. Senantiasa taat kepada Allah swt dan Rasullulah S.A.W.
2. Jihad Fisabilillah adalah maklumat dan program hidupnya.
3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.
4. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah swt.
5. Ikhlas dalam beramal.
6. Kampung akhirat menjadi tujuan utama hidupnya.
7. Sangat takut kepada ujian Allah swt. dan ancamannya.
8. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.
9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.
10. Solat malam menjadi kebiasaannya.
11. Tawakal penuh kepada Allah ta’ala dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah swt
12. Selalu berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit.
13. Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.
14. Sangat kuat amar maaruf dan nahi munkarnya.
15. Sangat kuat memegang amanah, janji dan rahasia.
16. Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi kebodohan manusia, senantiasa saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada Allah swt.
17. Kasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.
|
1. MENCARI NAFKAH
Tugas mencari nafkah dibebankan kepada kaum lelaki karena kelebihan dalam penciptaannya yang berupa kekuatan fisik dan akal fikirannya. Oleh itu lelaki mampu untuk bekerja keras untuk mencari nafkah, memberi perlindungan dan pertahanan kehidupannya terutama kepada keluarga, agama, bangsa dan agamanya. Inilah sebabnya lelaki diangkat menjadi pemimpin bagi kaum wanita.
|
2. BERJIHAD FIISABILILLAH
Jihad merupakan amal yang paling utama dan puncak ketinggian Islam. Tidak ada satu pun amalan soleh yang dapat menandingi Jihad. Orang soleh tidak sedikit pun merasa gentar dan takut apabila berjuang menegakkan agama Allah sebaliknya sentiasa tersenyum bangga menjadi seorang hamba Allah dengan gelar paling indah yaitu MUJAHIDIN.
|
3. MELINDUNGI DAN MEMBELA KAUM YANG LEMAH DAN TERTINDAS
Sememangnya sejak akhir-akhir ini golongan kafir senantiasa mencari peluang untuk menindas dan menakluki negara-negara serta umat- umat Islam. Orang orang yang soleh haruslah peka dan bersedia untuk bertindak balas supaya umat-umat Islam tidak akan ditindas dengan sewenang-wenangnya oleh golongan tersebut.
|
4. MEMIMPIN & MENDIDIK ANAK & ISTRI
Mengajar dan membimbing dengan cara yang baik sehingga anak / isteri yang tidak soleh/solehah menyadari akan kesalahannya dan menggantikan cara hidupnya menjadi anak/isteri soleh/solehah. Mendidik anak/isteri dengan bijaksana sehingga dia menyadari makna yang sebenarnya dan bersedia mengubahnya.
Sabda Rasulullah:
  • Orang yang terbaik diantara kamu adalah orang yang terbaik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang terbaik diantara kamu terhadap isteriku.” … ( HR Ibnu Majah )
Tauladan Rasulullah dalam kehidupan berkeluarga: Keadaan beliau sebagai suami dan ayah. Kebiasaan beliau di tengah kehidupan bekeluarga. Cinta kasih beliau terhadap isteri dan anak.
|
|
Artikel Terkait :

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
SEMOGA BERMANFA’AT  –  ALHAMDULILLAH

Menghayati Sifat Ikhlas dan Jujur Dalam Kehidupan.

kREDIT UNTUK PENULIS,..SEKADAR SEBAGAI PANDUAN.
Kamarulnizam Sani
Mohd Fakhrur Razi Hussin
ABSTRAK :
Sifat ikhlas dan jujur adalah dua sifat yang terpuji lagi dimuliakan oleh Allah SWT.  Ianya saling berkait rapat antara satu sama lain dan menjadi sifat yang diwarisi oleh para nabi dan solehin.  Kehidupan pula adalah satu perjalanan didunia ini yang akan menentukan hala tuju di akhirat kelak.  Kertas ini akan membincangkan dengan lebih terperinci apakah yang dimaksudkan dengan sifat ikhlas dan jujur dan menerangkan kategori kehidupan manusia didalam konteks Islam.  Seterusnya apakah kaitannya sifat ikhlas dan jujur didalam kehidupan serta penghayatan manusia menurut kacamata Islam.
1.PENDAHULUAN
Insan yang mengamalkan sifat-sifat mahmudah, bukan hanya mendapat satu jaminan kehidupan yang tinggi disamping Allah S.W.T.  Bahkan ia akan dapat mengimbangi kehidupan di antara   dunia dan akhirat.  Berfokuskan kepada dua elemen sifat-sifat mahmudah ini, jelaslah ia bukannya satu penerapan nilai-nilai yang baru, malahan ianya telah wujud semenjak manusia pertama dicipta oleh Allah S.W.T iaitu nabi Adam A.S.  Ramuan   yang dicipta oleh Sang khaliq ini telah diwarisi hingga ke akhir zaman dan menjadi satu tunjang saraf bagi segala aspek kemurnian kerohanian terutama sekali sebagai penanda aras kehidupan yang diredai.
            Para nabi dan rasul adalah satu “role model” yang paling layak bagi mendemonstrasikan kedua-dua sifat mahmudah ini sebagaimana firman ALLAH SWT:
Maksudnya:
“ Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang)”.
Jelaslah dengan syarat utama sebagai seorang utusan Allah S.W.T kepada hamba-hambaNya, sifat Al-Sidiq, Al-Amanah, Al-Tabligh dan Al-Fatonah mudah diterima pakai oleh manusia disamping diamalkan didalam kehidupan masing-masing.
2.LATAR BELAKANG
Kehidupan manusia dewasa ini penuh dengan ranjau dan cabaran kehidupan.  Setiap hari di dada-dada akhbar dan juga televisyen memberikan tajuk utama mahupun sisipan cerita berkisarkan tentang baik buruk kehidupan manusia. Kadangkala cerita kehidupan yang disajikan banyak menyimpang dari landasan Islam.  Ada cerita tentang salah laku manusia, kejayaan manusia dan sebagainya.
            Tetapi pokok utama yang paling utama yang perlu dititikberatkan adalah sifat manusia itu sendiri yang menghalakan kearah kebaikan mahupun keburukan didalam kehidupan.  Jika memandang kesan yang buruk kehidupan seseorang kita perlulah mengkaji faktor utama yang menyumbang ke arah sifat mazmumah tersebut. Bagi mempertingkatkan kualiti iman seseorang didalam menghadapi cabaran dan realiti kehidupan,  kami mengkaji ada beberapa perkara pokok yang penting yang perlu ditanamkan dihati manusia iaitu sifat ikhlas dan jujur dengan lebih terperinci.  Perbahasan ini merungkap jalinan dua sifat mazmumah yang akan memberi kesan yang baik dan dapat mempengaruhi kehidupan manusia.
3. SIFAT IKHLAS
Menurut Abdul Aziz Ismail (2001), sifat ikhlas melambangkan kesucian sesuatu kebajikan itu sama ada ianya ada hubungan dengan Allah SWT mahupun sesama manusia.  Tanpa keihklasan yang dituntut dalam beramal bererti ianya tiada nilai walau seberat timbangan sayap nyamuk sekalipun di sisi Allah SWT.  Ini ditegaskan di dalam firmanNya:
Maksudnya:
“Mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepadaNya.”
            Jelas menunjukkan disini bahawa pokok utama ibadah adalah keikhlasan diri kepada Allah SWT.  Tetapi apa yang diperkatakan juga keikhlasan sebenarnya meliputi seluruh aspek termasuklah kehidupan.
            Selain itu menurut Muhd Nasruddin Dasuki (2012), salah satu syarat sesuatu amalan itu diterima oleh ALLAH SWT ialah ikhlas dalam melakukannya semata-mata kerana ALLAH.  Tidak kerana manusia, mengejar perkara keduniaan, menunjuk-nunjuk atau sebagainya.  Seseorang yang tidak ikhlas dalam amalannya, maka segala amal ibadat yang dilakukan adalah sia-sia dan ditolak oleh ALLAH SWT.  Menurut Profesor Dr. Muhammad Abdul Latif (2012) ikhlas ialah menyengajakan perbuatan semata-mata mencari keredaan ALLAH SWT dan memurnikan perbuatan dari segala bentuk kesenangan duniawi.  Ia mesti membebaskan hati dari dikuasai oleh keinginan - keinginan yang bersifat sementara, seperti kemewahan, kedudukan, populariti, mengharapkan simpati dari orang lain, pemuasan hawa nafsu, dan penyakit hati lainnya.  Selain itu ikhlas adalah dampak positif dari tauhid yang sejati, iaitu tindakan mengesakan ALLAH SWT  dalam peribadatan dan memohon pertolongan.
            Jelas bagi kita semua, sinonim dengan pentakrifan ikhlas itu sendiri, apa sahaja perbuatan manusia didunia ini adalah semata-mata untuk mencari keredaan ALLAH SWT.  Keinginan memuaskan nafsu sendiri adalah perlu dijauhi kerana kehidupan yang lebih abadi adalah kehidupan diakhirat.  Rasa tanda ikhlas sebenarnya adalah mewujudkan rasa kasih dan sayang terhadap ALLAH SWT dari hambaNya dan akhir mengikatkan satu ikatan yang tulus.
Benarlah sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat paras rupa dan hartamu tetapi melihat hati dan amalanmu.”
(Riwayat Imam Muslim dan Ibn Majah daripada Abu Hurairah r.a)
Saidina Ali R.A berkata : "Janganlah kamu risau dengan amalan yang sedikit, tetapi risaulah apakah amalan itu dapat diterima oleh Allah! Hal ini kerana Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Muaz Bin Jabal :
"Ikhlaskanlah amalanmu dan sudah mencukupi untukmu amalan yang sedikit asalkan dilakukan dengan ikhlas."
( Riwayat Dailani )
Abu Muhammad Bin Saleh (2011), telah menyenaraikan beberapa aspek penting kesannya apabila seseorang hamba mengamalkan sifat ikhlas.  Antaranya sifat  ikhlas merupakan sebab menangnya orang yang lemah atas orang yang kuat.  Allah berfirman yang bermaksud,
 Demi sesungguhnya! Allah reda akan orang-orang yang beriman, ketika mereka memberikan pengakuan taat setia kepadamu (Wahai Muhammad) di bawah naungan pohon (yang termaklum di Hudaibiyah); maka (dengan itu) ternyata apa yang sedia diketahuiNya tentang (kebenaran iman dan taat setia) yang ada dalam hati mereka, lalu ia menurunkan semangat tenang tenteram kepada mereka, dan membalas mereka dengan kemenangan yang dekat masa datangnya; dan juga dengan banyak harta rampasan perang, yang mereka akan dapat mengambilnya. Dan (ingatlah), Allah adalah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
(Surah Al-Fath 18-19)
Dalil diatas membuktikan  dengan keikhlasan didalam hati orang-orang yang beriman , maka Allah SWT akan menganugerahkan kemenangan yang paling hampir.  Sebelum mencapai sesuatu kemenangan  juga, orang – orang yang beriman akan diturunkan semangat yang tenang dan tenteram.  Segala sesuatu pekerjaan atau pun amalan yang dilakukan sudah semestinya
 berkualiti di sisi ALLAH SWT.
4. DEFINISI JUJUR
Mengikut kamus dewan (2005), jujur bermaksud lurus hati, tulus, ikhlas, suci hati dan apa jua perkataan yang mempunyai maksud yang sama dengannya. Ia juga boleh dihuraikan sebagai keselarasan antara yang terucap dengan kenyataan. Contoh yang paling tepat bagaimana perkataan jujur itu boleh didefinisikan ialah apabila wujud sesuatu berita, ia sepadan dan sesuai dengan keadaan yang ada, maka dikatakan berita itu jujur, tetapi jika berlaku sebaliknya, maka berita itu dikatakan dusta. Sifat jujur itu juga bukan hanya ada pada ucapan tetapi ia juga ada pada perbuatan, sebagaimana seseorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dan sama dengan apa yang ada di dalam hatinya. Lawan kepada sifat jujur ialah riak, takbur, sombong, bangga, tinggi diri, bongkak dan besar diri (Kamus dewan 2005).
            Nabi Muhammad SAW menyarankan umatnya agar sentiasa berlaku jujur kerana kejujuran merupakan dasar kepada akhlak yang mulia yang akan memandu pemiliknya kepda akhlak tersebut. Sebagaimana yang dijelaskan oleh nabi iaitu sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan. Kebajikan adalah segala sesuatu yang meliputi makna kebaikan, ketaatan kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Sifat jujur juga merupakan tanda kesempurnaan iman dan takwa seseorang itu kerana orang yang jujur akan mendapat kedudukan yang tinggi di dunia dan di akhirat serta mencapai darjat orang-orang yang mulia dan selamat dari keburukan.
Firman Allah SWT yang bermaksud :
            “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan rasulnya dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang diserahkan kepada kamu, sedang kamu mengetahui “.
                                                                                                                                ( Al-Anfal : 27 )
5. KONSEP JUJUR MENURUT ISLAM
Sifat jujur itu asalnya ialah dari hati yang tulus dan ikhlas. Justeru itu, hati yang menjadi salah satu anggota tubuh badan manusia itu adalah punca kepada setiap perbuatan yang dizahirkan dan menjadi punca kepada setiap gerak-geri dan tingkahlaku manusia.  Jika hati itu bersih maka apa jua yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan. Begitu juga sebaliknya, jika hati manusia itu kotor maka apa jua yang dilakukan akan mendatangkan keburukan.
 Rasulullah Saw bersabda yang bermaksud :
            “ Ingatlah, dalam tubuh badan itu ada segumpal daging, bila ia baik maka akan baiklah semuanya, dan jika ia buruk maka buruklah semuanya. Itulah hati “.
                                                                                                                                ( H. R. Bukhari )
            Perlu diketahui bahawa konsep kejujuran itu memiliki beberapa peringkat. Dalam Islam, ia adalah sesuatu yang sangat penting di mana sekiranya konsep ini terlepas dari pandangan dan pegangan manusia itu maka akan hilang keberkatan dan kesejahteraan kehidupan di dunia dan di akhirat.
            Pertama, jujur dalam setiap percakapan. Setiap hamba Allah wajib menjaga percakapannya iaitu mesti bercakap dengan jujur dan tidak boleh bercakap dalam bentuk menyindir kerana kesempurnaan perkataan yang jujur adalah menjaga perkataan yang menyindir. Ada yang mengatakan bahawa kata-kata sindiran merupakan laluan alternatif untuk berdusta kerana kata-kata sindiran itu sama seperti berdusta, namun ia perlu dilakukan hanya ketika ia sangat perlu sahaja. Contohnya ketika dalam keadaan menuntut sesuatu maka harus diucapkan dengan menggunakan kata-kata sindiran seperti dalam mendidik anak dan keluarga, menjaga diri dari kezaliman, memerangi musuh, menjaga rahsia  dan juga ketika menuntut hak seperti hutang dan sebagainya. Hal ini tidak dikira sebagai dusta.
Rasulullah Saw bersabda maksudnya :
            “ Tidaklah termasuk pendusta orang-orang yang mendamaikan pihak-pihak yang bertelingkah, orang-orang yang berkata demi kebaikan dan orang-orang yang membangkitkan kebaikan “.
                                                                                                            (H.R. Bukhari dan Muslim )
            Kedua, jujur dalam niat dan kehendak. Hal ini kembali kepada keikhlasan iaitu tiada pendorong lain baginya dalam perbuatan dan percakapannya kecuali kerana Allah SWT. Sekiranya keikhlasan itu berubah oleh kerana ia didorong oleh kesenangan diri maka terbatal segala kejujuran niatnya sebelum itu.
            Ketiga, Jujur dalam tekad iaitu keinginan yang kuat dan teguh. Orang yang jujur dalam hal ini adalah orang benar dan kuat azamnya dalam pelbagai kebaikan dengan tekad yang sempurna. Di dalam hatinya tiada kelemahan dan keraguan malah dirinya sentiasa pemurah dengan tekad yang kuat terhadap pelbagai perkara yang menjurus kepada kebaikan.
            Contohnya orang yang menyatakan “ Jika Allah memberikan rezeki harta kepadaku maka aku akan sedekahkan separuh daripadanya”. Jika Allah memberikan kekuasaan kepadaku maka aku akan berlaku adil dan aku tudak akan berbuat maksiat kepada Allah dengan melakukankezaliman dan cenderung kepada makhluknya”. Dengan demikian itu, kejujuran dalam tekadmerupakan kemurahan dirinya terhadap niatnya.
            Keempat, jujur dalam menepati janji. Kadang-kadang manusia sememangnya bermurah hati dengan tekad yang kuat kerana disebabkan tiada kesulitan yang dihadapi dalam menunaikan janji dan tekad. Tetapi apabila ia terjadi dan nafsu mula membara, maka tekadnya semakin kurang dan nafsu akan menguasai. Maka janji sudah tidak sesuai dengan tekad dan ia bertentangan dengan tekad kejujuran.
Allah berfirman maksudnya :
            “ Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah..”.
                                                                                                                                ( Al-Ahzab : 23 )
            Kelima, Jujur dalam pekerjaan iaitu berusaha supaya amal zahirnya menunjukkan atas perkara sebenar apa yang ada di dalam hatinya. Sesiapa yang berdiri dalam keadaan khusyuk dalam solatnya supaya orang lain melihatnya maka sesungguhnya ia berdusta. Oleh itu konep jujur itu tiada akhirnya kecuali setelah kita kembali kepada Allah. Ada hamba Allah yang jujur dalam sesuatu perkara tetapi tidak jujur dalam sesuatu perkara yang lain. Jika ia jujur dalam semua hal maka itulah yang disebut jujur yang sebenarnya.
6. PRINSIP JUJUR MENURUT ISLAM
            Sejak kecil kita telah dididik oleh ibu bapa kita supaya sentiasa jujur dalam setiap perbuatan kita. Hal ini kerana kejujuran merupakan tangga teratas daripada keseluruhan amalan hati dan akan memimpin kita ke arah kebaikan. Selain itu, kejujuran dan keimanan harus  berjalan seiring kerana jika salah satu ditinggalkan, maka kedua-duanya akan hilang.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad Saw bersabda yang bermaksud :
             “ Hendaklah kalian bersikap jujur kerana kebenaran dan kejujuran itu bakal memimpin seseorang ke arah kebaikan. Kebaikan itu pula akan menyampaikan seseorang itu ke syurga. Seseorang itu sentiasa tetap degan kebenaran dan perilaku yang benar serta berusaha mencarinya sehingga ditulis di sisi Allah SWT sebagai orang yang suka berlaku benar “.
                                                                                                            (H.R. Bukhari dan Muslim )
            Allah SWT telah memerintahkan kepada semua hambanya supaya menanam sifat jujur di dalam diri masing-masing dengan menjadikan Rasulullah Saw sebagai “role model”. Seperti mana yang kita sedia maklum, para nabi dan rasul sentiasa berlaku jujur dan berkata benar sesuai dengan tugas mereka untuk menyampaikan dakwah kepada seluruh umat manusia. Bersifat jujur kepada Allah dan rasul merupakan perkara yang paling utama untuk memperoleh keberkatan hidup di dunia dan akhirat. Jujur kepada Allah dan Rasul bermaksud mereka beriman kepada Allah dan Rasul dengan sebenar-benar iman.  Segala amal kebajikan dan ibadah mereka adalah ikhlas kerana Allah Taala. Orang yang jujur kepada Allah dan rasul lazimnya berasa malu untuk meninggalkan perintah Allah serta melakukan kemungkaran.
            Jelas, kejujuran amat penting dalam kehidupan individu muslim. Islam amat menggalakkan umatnya agar sentiasa bersikap jujur dan menjauhi dusta dan tidak amanah kerana ia merupakan sifat yang tercela dan hanya membawa kepada perpecahan. Marilah bersama kita menanam sifat jujur dalam diri kita. Hakikatnya, tidak susah untuk jujur jika kita mempunyai keberanian yang tinggi di dalam diri. Memang berlaku jujur itu amat pahit pada permulaan, namun ia mampu membuahkan kemanisan untuk selamanya. Maka dengan itu, berkata benarlah walaupun ia pahit.
7. KEHIDUPAN DALAM KONTEKS ISLAM
Menurut Hassan98 (1999), Mujahid Fathi Yakan di dalam kitabnya, Maza Ya’ni Intimai Li al-Islam, telah menyatakan bahawa di dunia terdapat tiga kategori manusia. Kategori pertama adalah golongan yang hidup hanya untuk dunia semata-mata. Mereka  dinamakan sebagai golongan Ad-Dahriyyun.  Sikap mereka jelas seperti yang dinyatakan di dalam Al-Quran yang bermaksud:
“Dan tentu akan mereka katakan: “Hidup hanyalah kehidupan kehidupan kita di dunia sahaja dan kita sekali-kali tidak dibangkitkan”.
(Surah al-An’am: ayat 29 )
“Dan mereka berkata: “Kehidupan tidak lain hanyalah kehidupan dunia sahaja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. Dan mereka  sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga sahaja.”
( Al Jatsiyah: ayat 24 )
Kategori kedua adalah golongan yang telah hilang pedoman, terumbang ambing, aqidah bersimpang siur, mereka melakukan kesesatan dan menyimpang dari jalan Allah SWT dalam kehidupan duniawi.   Namun mereka masih menyangka mereka membuat kebaikan.  Meskipun mereka mempunyai kepercayaan kepada Allah SWT dan hari kiamat tetapi aqidah mereka hanyalah gambaran semata-mata yang terputus hubungan dengan aktiviti atau amalan hidup mereka.  Mereka itu pada hakikatnya berfahaman kebendaan (meterial) walaupun kadangkala mereka melakukan kerja-kerja yang berbentuk kerohanian.
Kategori ketiga adalah golongan yang menganggap bahawa dunia ini sebagai ladang tanaman untuk mendapat atau memungut hasilnya di akhirat kelak.  Golongan ini benar-benar beriman dengan Allah SWT. Mereka mengetahui hakikat hidup serta memahami nilai dunia  berbanding dengan Hari Akhirah. Allah SWT membandingkan mereka seperti dalam FirmanNya yang bermaksud:
“Dan tidaklah kehidupan dunia ini selain daripada bermain-main dan bersenda gurau belaka. Dan sungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya.”
( Surah al-An’am: ayat 32)
Mereka yang benar-benar beriman menganggap dunia sebagai medan perlumbaan untuk mentaati Allah SWT dan mencari keredhaanNya. Seluruh bidang hidupnya (ilmu, perniagaan, kekayaan, rumah, masa dan fikiran) diarahkan kepada jalan Allah SWT.
Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani (2011) didalam kitab Fathul Rabbani telah mewasiatkan,
“Seorang mukmin akan beramal untuk dunia dan akhiratnya.  Ia beramal untuk dunianya sekadar sebagai bekal untuk memenuhi keperluan hidupnya.  Ia menerima apa adanya seperti bekal seseorang yang naik kenderaan, yakni dia tidak dapat membawa bekal yang banyak”.
Secara kesimpulannya,  kehidupan yang hakiki dan kekal selama-lamanya adalah kehidupan diakhirat.  Itu adalah kemuncak kehidupan seseorang muslim atau bukan muslim, beriman atau tidak beriman.  Negeri akhirat ini menjadi destinasi yang terakhir diibaratkan seperti suatu pulau yang setiap manusia menaiki bot untuk menuju kearahnya.
8. CONTOH SIFAT IKHLAS DAN JUJUR DALAM KEHIDUPAN
8.1 Kehidupan sebagai seorang pelajar.
Menuntut ilmu adalah perkara yang dituntut didalam Islam dan menjadi satu kewajipan terhadap seluruh umat manusia.  Islam meningkatkan martabat orang yang  menuntut ilmu.  Dari Anas r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Menuntut ilmu ituwajib atas setiap orang Islam. Dan orang yang meletakkan ilmu itu disisi orang yang tidak ahlinya seperti memberikan rantai permata, mutiara dan emas ke leher babi.
(Hadis Riwayat Ibnu Majah)
Seorang  murid yang sedang menuntut ilmu haruslah menanamkan sifat keikhlasan didalam hati iaitu apa yang sedang mereka pelajari adalah semata-mata kerana Allah S.W.T.  Matlamat terhadap Allah dapat menunjukkan satu sikap yang lebih bertanggungjawab ketika belajar berbanding matlamat yang hanya menumpukan peperiksaan atau dipaksa.  Ketika belajar seseorang pelajar yang ikhlas dan jujur akan menumpukan sepenuh perhatian, hormati guru, dan tidak menggangu rakan sekelas.  Semasa menghadapi peperiksaan, mereka tidak meniru atau menipu untuk menjawab kertas soalan atau  memplagiat kerja kursus bagi mencapai hasrat mereka sendiri.
8.2 Kehidupan sebagai seorang pekerja
Menurut  Unitceramah  (2012) salah satu sifat yang perlu ada pada setiap warga perkhidmatan awam ialah ikhlas kerana apa yang kita lakukan ini adalah melaksanakan tanggungjawab yang diamanahkan kepada kita.  Keikhlasan dalam bekerja sangat penting kerana ia dapat mempengaruhi budaya kerja seseorang individu. Ini kerana orang yang ikhlas akan ada sifat pemedulian untuk membantu rakan dalam memudahkan segala urusan serta akan sentiasa berusaha untuk memanfaatkan waktu bekerja dengan sebaik-baiknya dan akan memastikan segala perkara-perkara yang asasi dan utama tidak diabaikan seperti kedatangan, komitmen, dedikasi, displin dan integriti. Selain itu, orang yang ikhlas akan sedaya upaya mengelakkan dari sikap berlengah-lengah atau sambil lewa dalam melakukan pekerjaan.

Sesungguhnya orang yang ikhlas berkerja kerana Allah S.W.T, mereka akan menerima tanggungjawab dengan penuh keredhaan dan akan sentiasa bersungguh-sungguh bagi menghasilkan prestasi kerja yang terbaik. Dengan melakukan kerja dengan keikhlasan akan membuahkan keberkatan dalam kehidupan.  Ini berdasarkan hadith yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Umar bin al-Khattab R.A ia mendengar Rasulullah S.A.W bersabda yang maksudnya:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya pekerjaan itu bergantung kepada niat dan sesungguhnya setiap orang akan memperolehi hasil sesuai dengan niatnya itu”

8.3 Kehidupan didalam sebuah keluarga.
Bagi menjamin kebahagian dan persefahaman didalam sebuah keluarga, suami dan isteri harus jujur dengan sikap masing-masing.  Mereka perlu jujur dengan menghadapi cabaran dan pelbagai dugaan kehidupan.  Suami isteri perlu ikhlas menerima takdir pasangan masing-masing kerana takdir jodoh adalah ketentuan dari Allah sejak azali lagi.
            Bagi suami yang bergelar bapa dan isteri sebagai ibu, mereka perlu menjadi contoh dan teladan kepada anak-anak mereka.  Segala percakapan dan komunikasi mereka diantara satu sama lain perlulah jujur dan memohon maaf andaikata tidak dapat menjawab persoalan yang diajukan kepada mereka.  Sebagai contoh jika ada seseorang mencari ibu atau bapa, kita lebih mudah mengatakan bahawa ibu atau bapa tiada di rumah terhadap anak kita. Seolah-olah mengajar anak-anak bersikap tidak jujur.  Selain itu, bapa atau ibu janganlah terlalu mudah membawa sebarang peralatan yang diambil dari tempat kerja untuk digunakan di rumah.  Sedikit sebanyak akan mempengaruhi anak-anak bahawa tidak mengapa jika mengambil barang dengan tanpa meminta kebenaran terlebih dahulu.
Sebagai seorang keluarga didalam muslim, perkara yang perlu diingatkan adalah dengan menamkan sifat ikhlas dan jujur didalam keluarga.
8.4 Kehidupan sebagai seorang pemimpin didalam masyarkat
Nabi S.A.W. bersabda, “Sesungguhnya selepasku ini akan adanya para pemimpin yang melakukan kezaliman dan pembohongan. Sesiapa masuk kepada mereka lalu membenarkan pembohongan mereka dan menolong kezaliman mereka maka dia bukan dariku dan aku bukan darinya dan dia tidak akan mendatangi telaga (di syurga).
            Islam menitikberatkan sifat ikhlas dan jujur dikalangan individu yang memimpin masyarakat.  Ini adalah kerana mereka diberi tanggungjawab dan amanah yang sangat tinggi sebagai mewakili suara masyarakat untuk diberi pembelaan.  Sebagai contoh seseorang yang digelar wakil rakyat.  Mereka seharusnya terus berkhidmat memastikan segala permasalahan rakyat dapat diselesaikan.  Mereka harus memastikan keperluan rakyat dapat diisi dan keselamatan rakyat harus dijaga.  Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Sesiapa yang diserahkan oleh Allah akan sesuatu urusan dari beberapa urusan pemerintahan kau muslimin, lalu ia tidak mempedulikan tentang keperluan mereka, kesusahan dan penderitaan mereka nescaya Allah tidak akan mempedulikan tentang keperluan, kesusahan dan penderitaannya di hari kiamat nanti.”
(HR Abu Daud dan at-Tirmidzi )

9. RUMUSAN
Adalah wajib kita mengerjakan amal ibadat dengan ikhlas dan hendaklah sentiasa sedar, bahawa tergeraknya hati dan anggota kita mengerjakan ibadat itu adalah di bawah taufik dan hidayah Allah Taala. Dengan hal yang demikian, amalan kita, insya Allah, akan diterima dan disempurnakan pahalanya oleh Allah Taala. Sebaliknya, jika kita tidak ikhlas mengerjakan ibadat dan merasakan segala tindak-tanduk mengerjakan amalan yang baik itu adalah berpunca daripada diri kita sendiri, maka kita terjatuh ke dalam riak dan ujub. Riak, ujub dan nifaq itu membinasakan amal ibadat yang berkenaan; sedangkan ikhlas sering menjernihkan kekeruhan segala amalan, menghapuskan ingatan dan keinginan kepada segala kesukaan dan kesenangan (kepentingan nafsu sendiri) dan mengekalkan perhubungan dengan Allah Taala, terutama kalau kikhlasan itu ikhlas beramal. Selain itu ikhlas juga menjadi benteng untuk mempertahankan diri daripada godaan atau tipu daya syaitan.
Allah Taala berfirman, maksudnya : Berkata (Iblis), ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan aku sesat, pasti aku menjadikan mereka memandang baik (terhadap perbuatan maksiat) di muka bumi ini dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali di kalangan hamba-hamba-Mu yang mukhlis (ikhlas).
(Al-Hijr : 39 - 40)
Juteru, amat besar kerugian yang akan menimpa mereka yang bukan mukhlis dan tidak ikhlas mengerjakan amal ibadat mereka. Diibaratkan seperti virus riyak yang akan memusnahkan seluruh amalan mereka.
Sifat jujur juga  merupakan sifat mulia yang menunjukkan kesesuaian antara kebenaran dengan apa yang diucapkan atau dilakukan oleh seseorang.   Banyak di jumpai dalil dari Al Qur’an dan Hadis yang membicarakan dan mengutamakan masalah kejujuran dalam kehidupan.   Orang yang berperilaku jujur akan senantiasa mendapat kepercayaan dari orang lain.  Orang lain akan merasa tenteram dan aman bersama orang yang berperilaku jujur. Sedangkan orang yang berperilaku sebaliknya akan sentiasa di jauhi oleh orang lain. Orang lain akan sentiasa merasa was-was bersamanya.   Orang mukmin harus menjadikan sifat jujur sebagai pakaian walau dimana pun atau waktu bila  ia berada.


10. BIBLIOGRAFI
Al-Quranul Karim
Abdul Aziz Ismail, (2001) Penawar Bagi Hati:
  Kuala Lumpur : Penerbit Dinie Publisher.
 Muhd Nasruddin Dasuki, (2012)  100 Pesanan Terakhir Rasulullah,
             Al-Quran & Sunah
  Shah Alam : Karya Bestari Sdn. Bhd.
 Syekh Muhammad Jamaluddin, (2012).  Bimbingan mukmin,
          Kuala Lumpur : Percetakan Maju Jaya Sdn. Bhd.
Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani,  2011.  Terjemahan.  Fathul Rabbani
          Penterjemah : Akmal Hj. Mhd. Zain.  Batu Caves : Al-Hidayah Publications
Dr. Muhammad Abdul Latif.  2012.  “Lapan Tanda Ikhlas kerana Allah”
          http://otam67.blogspot.com/2011/01/lapan-tanda-amalan-ikhlas-kerana-allah.html .
          7 April 2013  
Abu Muhammad Bin Saleh.  2011.  Keutamaan Ikhlas”
         
 http://aljaami.wordpress.com/2011/02/28/keutamaan-ikhlas/.  7 April 2013
Hasan98. 1999.  “ Nilai Hidup Menurut Islam” http://hasan98.tripod.com/nilai.htm /.
          13 April 2013
Profesor Dr. Muhammad Abdul Latif.  2012.  “Pengertian dan hakikat jujur menurut Islam”
         
 http://hikmah-kata.blogspot.com/2012/09/pengertian-dan-hakikat-jujur-menurut.html.
          11 Mei 2013
Unitceramah.  2012.  “Keikhlasan hati dan sabar ketika bekerja”
         
 http://unitceramah.blogspot.com/2012/09/keikhlasan-hati-dan-sabar-ketika-bekerja.html
          12 Mei 2013